Judi Casino Nevada Masih Tertatih – Tatih Semasa COVID-19


Judi Casino Nevada Masih Tertatih – Tatih Semasa COVID-19 – Pada akhir bulan November lalu, aktivitas Judi Casino di Nevada memiliki secerah harapan bahwa pembatasan kapasitas perjudian di negara bagian akan segera dicabut. Akan tetapi, hal tersebut tidak berjalan mulus lantaran sejumlah properti di daerah sekitar dipaksa untuk melakukan pembatasan terhadap arus lalu lintas menjadi 25 % dari pada kapasitas sebelumnya.

Jikalau ada harapan di bulan Desember ini, maka banyak kalangan yang memiliki semangat baru untuk berlibur dan bermain Judi Casino di wilayah tersebut. Namun saat ini Gubernur Nevada, Steve Sisolak telah memutuskan bahwa kapasitas pembatasan tersebut masih akan terus berlanjut hingga bulan Januari mendatang.

Sisolak mengatakan, pandemi COVID-19 yang tetap mempengaruhi negara bagian, fasilitas umum, perjudian Casino dan lain sebagainya akan tetap menjadi bahan pertimbangan terkait masalah pembatasan. Itu berarti bahwa akan ada banyak fasilitas yang diperintahkan untuk menjaga lalu lintas di bawah 50 orang atau di bawah standard sebelumnya hingga menemukan titik minimal.

FOTO: New Normal, Kasino di Las Vegas Kembali Dibuka | Indozone.id



Keputusan tersebut akan berlaku secara resmi hingga pertengahan Januari. Dimana Sisolak tengah berupaya untuk melakukan evaluasi secara umum terhadap situasi saat ini demi menentukan tindakan terbaik apa yang perlu dilakukan. Karena pasalnya, sejumlah rumah Casino di wilayah lain juga masih tertatih – tatih semasa penyebaran virus corona.

Nyatanya, gubernur masih melihat dan memantau adanya pembatasan sebagai jalan keluar terbaik untuk kemajuan industri Casino. Ia pun mengisyaratkan untuk memilih hal terbaik dari pada melakukan penguncian total (Lockdown) lantaran penurunan sisi finansial baik operator Casino, pihak negara dan pihak yang terkait lainnya.
Ia menegaskan, penutupan total tersebut akan menyebabkan Nevada mengalami kerugian senilai 52 juta Dollar AS dari sisi perjudian dalam rentan waktu satu bulan. Selain itu, tak ada kepedulian spesifik terhadap pembatasan yang nantinya berdampak pada harga saham suatu perusahaan.

“Penutupan tersebut mungkin akan menghancurkan ratusan ribu pekerja Casino. Kami pun juga berusaha untuk menemukan sejumlah media yang mampu melindungi negara dari kasus COVID-19 dengan tidak membebani para pekerja tersebut,” ujar Sisolak.

Perlu diketahui, kemunculan pandemi coronavirus pertama kali di Nevada telah mengidentifikasi sebanyak 186.833 kasus. Pada akhirnya, ada vaksin yang mulai tersalurkan ke pusat kesehatan di seluruh dunia. Sementara Nevada tengah menunggu pengiriman pertamanya.

Berdasarkan data yang ada, Nevada baru akan mendapatkan vaksin tersebut sebelum akhir tahun ini. Setelah itu baru muncul kiriman kuartal kedua tahun depan. Akan tetapi, tingkat efisiensi dan efektivitas obat penawar COVID-19 tersebut diprediksi akan memakan waktu lama. Sehingga Nevada harus menderita kasus tersebut untuk sementara waktu.
Salah satu ahli dari University of Nevada, Anthony Cabot mengatakan bahwa tidak seorang pun boleh mengharapkan suatu keajaiban dengan datangnya hari Natal. Walau pada akhirnya dampak keseluruhannya tidak begitu besar.

Ia pun menambahkan bahwa aktivitas Judi Casino di dalamnya tidak mungkin kembali seperti sedia kala apabila vaksin tersebut masih belum tersebar secara menyeluruh. Karena pasalnya, masih belum ada negara yang memastikan bahwa vaksin jenis apa yang terbaik untuk meretas penularan virus corona.

“Keputusan yang ditentukan Sisolak terkait pembatasan tak hanya berdampak pada satu bidang saja, melainkan akan merembet ke bidang lainnya. Jika dipikir – pikir, hal tersebut sangat wajar. Karena tak kan ada yang tahu bahwa pandemi saat ini akan berakhir sampai kapan entah cepat atau lambat,” tegas Cabot.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *