Mengulik Keunikan dan Keindahan Ekosistem Air Laut

Mengulik Keunikan dan Keindahan Ekosistem Air Laut – Ekosistem diartikan sebagai hubungan yang saling mempengaruhi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Setiap makhluk hidup dalam ekosistem juga memiliki fungsi masing-masing. Jika salah satu fungsi hilang, maka ekosistem tersebut akan terganggu.

Terdapat banyak jenis ekosistem di bumi, misalnya ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem sawah, ekosistem air tawar, ekosistem air laut dan lain sebagainya. Namun, diantara itu semua, ekosistem air laut menjadi ekosistem terbesar. Simak informasi seputar ekosistem air laut selengkapnya, berikut ini:

  • Ekosistem Terluas di Bumi

Bumi yang ditempati manusia ini terdiri dari 71% wilayah perairan. Artinya, lebih dari setengah bumi diselimuti oleh air. Luas perairan di bumi mencapai angka 361,1 juta km2. Oleh karena itulah, ekosistem air laut menjadi ekosistem terbesar di bumi.

Ekosistem air laut diartikan sebagai interaksi antara lingkungan dengan makhluk hidup yang terjadi di kawasan air laut. Keberadaan ekosistem ini mendatangkan berbagai manfaat. Diantara manfaat tersebut adalah sebagai tempat penelitian ilmiah, lokasi wisata dan lain sebagainya.

  • Ekosistem yang Indah dan Menarik Perhatian

Salah satu manfaat dari ekosistem air laut adalah sebagai lokasi wisata. Indonesia yang terkenal dengan keindahan lautnya, sering dijadikan sebagai tujuan wisata dari berbagai negara.

Salah satu wisata bawah laut yang terkenal adalah Taman Laut Nasional Wakatobi. Lokai wisata tersebut menyimpan keindahan ekosistem terumbu karang yang banyak menarik perhatian para wisatawan.

  • Ekosistem yang Dilindungi

Selain bermanfaat sebagai lokasi wisata dan tempat mencari bahan makanan, ekosistem air laut juga menjadi ekosistem yang dilindungi. Kondisi alam yang semakin tidak menentu dan beberapa aktivitas manusia, menyebabkan beberapa terumbu karang rusak.

Kerusakan tersebut membuat berbagai organisasi yang memiliki perhatian lebih pada ekosistem laut, terus berupaya melakukan berbagai kampanye. Kegiatan kampanye yang dilakukan bertujuan untuk memberitahu betapa pentingnya kondisi ekosistem laut yang sehat bagi alam dan manusia.

Selain itu, isu perlindungan terhadap ekosistem laut terus dilakukan. Semakin banyak kasus kerusakan dan pencemaran di laut, membuat isu ini semakin diperhatikan. Salah satu hal yang paling disoroti adalah masalah microplastic.

Mengulik Keunikan dan Keindahan Ekosistem Air Laut

  • Keunikan Ekosistem Air Laut dengan Pembagian Daerah Ekosistem

Keberadaan ekosistem air laut yang luas, menyebabkan ekosistem ini terbagi kedalam beberapa daerah. Terdapat dua pembagian ekosistem air laut, yakni berdasarkan intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam laut dan berdasarkan kedalaman air laut.

1. Ekosistem Air Laut Berdasarkan Intensitas Cahaya yang Masuk
Selain wilayahnya yang luas, laut juga memiliki kedalam yang beragam. Kedalaman laut ini juga berdampak pada kualitas cahaya matahari yang masuk. Terdapat 3 daerah ekosistem laut berdasarkan kualitas atau intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam laut, diantaranya:

a. Daerah Fotik
Daerah pertama ini merupakan daerah dengan intensitas cahaya matahari yang masih baik. Maksudnya, pada daerah fotik ini air laut masih dapat ditembus oleh cahaya matahari, sehingga produsen pada tingkatan ekosistem masih dapat melakukan fotosintesis.

b. Daerah Twilight
Daerah ini berada pada kedalaman 200-2.000 meter. Twilight yang memiliki arti senja, digambarkan sama dengan kondisi di daerah ekosistem laut yang satu ini.
Layaknya kondisi remang-remang saat senja, pada daerah twilight ini cahaya matahari masih bisa menembus lautan meskipun dengan intensitas cahaya yang sedikit. Dengan kondisi seperti ini, proses fotosintesis oleh produsen sedikit sulit dilakukan.

c. Daerah Afotik
Daerah ini adalah daerah ekosistem air laut yang benar-benar gelap. Berada pada kedalaman lebih dari 2.000 meter. Karena kondisi yang sangat gelap terus menerus, banyak ditemukan makhluk hidup yang bersifat heterotrof.

Biasanya, makhluk hidup pada daerah ini mendapatkan makanan dari sisa-sisa makhluk hidup lainnya. Selain itu, ekosistem air laut di daerah afotik ini termasuk dalam ekosistem yang unik.

2. Ekosistem Air Laut Berdasarkan Kedalamannya
Seperti yang sudah dibahas, laut memiliki kedalaman yang berbeda-beda. Berdasarkan kedalamannya, ekosistem laut juga dibedakan menjadi tiga daerah, diantaranya:

a. Zona Litoral atau Daerah Pasang Surut
Daerah ini berada pada kedalaman yang dangkal. Terletak di dekat daratan. Daerah ini juga termasuk daerah paling dangkal dari lautan dan terletak pada bagian paling atas dari lautan.

Hewan yang hidup di daerah ini biasanya mudah untuk dijumpai. Diantara makhluk hidup yang ada pada daerah litoral diantaranya kepiting, udang, teripang, cacing laut dan bintang laut.

b. Zona Neritik
Berada pada kedalaman maksimal 200 meter. Terdapat berbagai ekosistem pada daerah ini, salah satunya ekosistem terumbu karang.

Pada daerah ini juga dapat ditemukan berbagai makhluk hidup, seperti ganggang, berbagai jenis ikan dan rumput laut. Cahaya matahari juga masih dapat masuk dengan baik pada daerah ini.

c. Zona Oseanik
Daerah ini terbagi menjadi dua daerah lagi yakni zona batial dan zona abisal. Masing-masing daerah memiliki kedalaman yang berbeda. Begitu juga dengan jenis ekosistem yang ada di masing-masing daerah.

Zona batial berada pada kedalaman minimal 200 meter, dan kedalaman maksimal mencapai 2.000 meter. Pada daerah ini makhluk hidup yang ada umumnya terdiri dari hewan nekton. Maksud dari hewan nekton yakni hewan yang dapat bergerak sendiri, seperti reptil laut, mamalia laut dan ikan.

Zona abisal berada di kedalaman yang lebih jauh. Bahkan, cahaya matahari tidak dapat menembus daerah ekosistem yang satu ini. Makhluk hidup yang ada umumnya bersifat heterotrof, seperti detritivor, pengurai dan ikan-ikan predator.

Oceanslive – Keunikan dan keindahan yang dimiliki oleh ekosistem air laut, seharusnya cukup membuat kesadaran manusia lebih meningkat. Menjaga ekosistem air laut tidak hanya menjaga kehidupan di dalamnya. Namun, juga ikut menjaga kehidupan manusia di masa mendatang.